Lembaran

Rabu, 16 Juli 2014

Aku Menunggumu

Di sebelah bulan aku berbisik padanya
Hai, tolong beri dia cahaya, jangan sampai gelap
Biarkan refleksi cahaya yang kembali dari yang yang gaduh
Gelombang laut takkan pernah bicara
Bagaimana ia disana

Pada kata kata lembut ku sampaikan rasa
Rindu seperti air mata yang jatuh tak meminta
Semoga engkau baik disana
Semoga engkau belajar disana
Di pulau terluar
Subi

Tak hentinya bibir ini berucap
Ada sebuah surah yang selalu ku kirim
Semoga Ummul Qur'an ini membawa berkah
Pada usahamu, pada semangatmu, pada harapanmu
Sampai pada batas akhir

Pagi selalu menunggu fajar
Malam selalu menunggu bulan
Dingin selalu menunggu air yang membeku
Panas selalu menunggu api yang membara
Aku selalu menunggumu

http://don.komarechka.com

Setia pada Musim Gugur

Aku ingat ketika kau datang untuk pertama kalinya
Di bawah pohon ini, bersama gugurnya daun-daun
Angin yang menyapu, kau berjalan bersamanya
Begitu saja kau duduk dan tersenyum

Siapa dia? Aku melihat bahagia dimatanya
Waktu mengapa terhenti sesaat kurasa
Sepertinya daun daun tak lagi gugur
Hamparan yang penuh oranye syahdu

Ada rasa dalam, pertemuan sekali itu
Ku gambarkan rupanya pada puing daun gugur
Namun indahnya tak sanggup ku gores
Sederet kata tak mampu terucap

Hanya sesaat saja itu terjadi dan pergi
Bersama angin dan daun mapple yang gugur kembali
Langkah kaki kecilnya, suara itu perlahan menghilang
Hingga sepi

Sudah lama sekali itu
Dan sekarang hanya kenangan
Aku dan dia yang sudah bersama
Dan dia yang sudah pergi
http://st.gdefon.com

Senin, 19 Mei 2014

Bertemu Surga hati

Laut begitu biru dan dalam
Sampai sampai hitam tanpa cahaya
Laut begitu tenang dengan irama
Iramanya ketika menyapu bibir-bibir pantai

Kemudian camar datang dan berkata
Tiada yang lebih biru dari laut, kecuali
Hati seorang wanita yang bersedih
Siapapun takkan mampu menyelam dalam

Hanya tenang pada permukaannya
Tetapi sebenarnya,
Gema gelombang lautan terus bergelegar
Wanita yang mencoba tegar

Wanita tak pernah berpikir
Yang mereka tahu hanya,
Bagaimana merasakan indah yang selalu indah
Bagaimana merasakan laut yang selalu biru

Ranting pohon mangroove
Jatuh tersapu ombak dan terbawa
Dihantar oleh gelombang kedalam lautan
Semakin dalam dan dalam
Sampai pada suatu tempat ia melihat
Ada warna warni terumbu karang
Ada cahaya matahari yang menembus kerapatan air
Ada ikan-ikan saling bersahut indah
Ada bongkahan kapal usang dan berkarat
Inikah surga lautan? Biru yang semakin biru

Cukuplah beri sedikit
Tetapi, sedikit yang langsung pada hati
Hati wanita yang lembut

http://kongthe.com


Menjaga Mu

Ada goresan dipantai
Tetapi seketika saja hilang
Bersama sapuan laut dengan hati besar
Tak pernah berkata sedikitpun

Adakah pantai tahu ?
Sebenarnya ia selalu di do'akan
Do'a seseorang di atas bukit sana
Do'a yang membuat pasir tetap putih

Pada sendiri lelaki itu berbicara pada angin
Dengan bertopang dagu ia katakan pada airmata
Aku belum bisa mengajaknya ke pantai yang lain
Mungkin ada pantai lain yang lebih putih
Dan laut yang lebih biru

Ia pun turun dari batu dan melangkah
Sepanjang pantai sepanjang kenangan
Menoleh kebelakang dan semua hilang
Jejak-jejak itu yang tak terasa

Lelaki itu akhirnya mengerti bagaimana
Menjaga seseorang yang ada dalam do'anya
Bukan seberapa jauh melangkah
Bukan seberapa banyak kenangan
Tetapi bagaimana engkau akan menjaga dirinya
Hati dan raganya
http://travelerguidance.com


Ajak Dia

Banyak camar disana
Di pantai tempat pasir putih berselimut biru
Laut selalu menyapu padanya
Hingga Ia bersih meski dalam

Siang hari saat itu
Aku di atas pada batu hitam besar yang bisu
Melihat engkau tertawa tersenyum riang
Ucapku pujian padaMu yang telah mencipta

Nyiur melambai seperti senang diterpa angin
Seekor camar mendekat padaku
Putih lembut indah, sepertinya dia berkata
Lihatlah hingga ujung laut disana
Terlalu egois sendiri menikmati
Ajak dia yang dibawah sana bersamamu
Nikmatilah bersamanya

Pada November di hari ke sembilan tahun lalu
Aku berkata seperti harimau yang mengaum
Di bagian terdalam hati seorang manusia
Aku akan ajak dia, kemanapun

Kadang aku bertanya,
Apakah pasir akan selalu putih dan laut selalu biru?
Apakah semua perjalanan ini membuatnya bahagia?
Sampai kapankah laut tetap biru dan pantai terus putih?

http://digaleri.com

Sabtu, 17 Mei 2014

Pada Lembah Mandalawangi

Dari lembah mandalawangi
Salam dari alam yang memanggilmu gundah
Cerita di atas awan tanpa kusadari
Ada ketenangan

Ketika edelweis menginggalkan tangkainya
Saat Sang Tuan Fajar menampak silau
Aku yang berdiri tegap di ujung punggung bumi
Hanya bisa terdiam, tak kuasa berkata

Seketika saja hangat sekali di muka
Hangatnya seorang kekasih yang misteri
Kagumku tak henti-hentinya menagih
Sungguh ini adalah Alam

Bias merona cahaya
Pada setetes embun di ujung daun
Menunggu jatuh pada bumi terbenam
Meresap dalam menumbuh hijau

Meranggasnya pohon pinus
Syahdunya di lembah ini
Di lembah seorang pendaki besar
Di tinggal waktu di puncak

Cukuplah lihat jangan kau sentuh
Biarkan mereka di sana dan tetap di sana
Mereka adalah Alam
Mereka adalah Kehidupan
http://umumagazine.com

Kamis, 15 Mei 2014

Pada Entah Siapa

Menahan rindu pada entah siapa
Tak terlihat tak tersentuh
Dia menyimpannya hingga waktu
Hingga aku siap untuknya

http://dwijcc.blogspot.com
Selalu basah KalamNya pada bibir
Mendekatkan dia yang pantas aku
Selalu yang baik untuk yang baik
Selalu yang buruk untuk yang buruk

Sudah menjadi hakNya untuk memasangkan
Sudah menjadi kewajibanku berikhtiar
Selalu berubah-ubah bahkan ditiap detiknya
Dia yang telah disiapkanNya

Telah tertera namanya pada Lauh Mahfuz
Bergugur jatuh daunnya satu demi satu
Jatuh perlahan, tanpa suara dan usang
Kelak hanya ada satu daun yang sebenarnya

Selalu berucap baik agar dia pun baik
Selalu berlaku baik agar dia pun baik
Selalu berpikir baik agar dia pun baik
Takkan pernah tertukar Dia
Memasangkan rusuk pada tempatnya

Song from a Secret Garden