Lembaran

Rabu, 19 September 2012

Demi

Demi malam menemani tenangnya
Yang kurasakan padamu itu
Demi siang merangkul hangatnya
Yang kubenamkan hati dalam

Layaknya deru angin berjalan
Sayup terdengar bisikmu
Tak terungkap dimana itu
Terus saja mendera ku

Demi waktu yang tak pernah terdiam
Semua berputar pada porosnya selalu
Demi kata sang retorika mengalun
Suara yang takkan pernah terlupa

Walau hanya sepenggal kisah
Jadilah demikian untuk dikenang
Bersimpuh menengadah aku
Dan pada akhirnya

Demi aku dan kau.

Tidak ada komentar:

Song from a Secret Garden