Lembaran

Rabu, 06 Februari 2013

In The End Of The Dock


Ingatanku kembali ke masa itu, kau yang hadir layaknya matahari di sore senja . . .

Lilin-lilin kecil di atas perahu kertas membawa semua rasa di balik kenangan
Oh kamu yang duduk disana, mendekatlah kemari, ku sedang melihat malaikat
Vertikal garis menyentuh awan, rasa cintaku padamu
Engkau yang hanya ada dalam diriku, jantung hatiku . . .

Yang terbaik dan akan selamanya bersama
Oh tuhan, tetap satukanlah kami dalam satu asa tentang cinta
Ufuk timur tempat dimana semangat cinta itu muncul . . .

Mellow lagu tersibak dari bilik hati paling dalam
Yang terindah dan terkahir . . .

Dermaga, kapal-kapal saling bersahutan
Entah kapan kau 'kan datang kembali ke peraduanmu
Atau hanya selembar kertas kosong tanpa makna
Risau menusuk dada, khawatir mencekamkan aku . . .

Untaian kata demi kata ku tumpahkan
Namun tetap saja tak cukup, bulan yang merindukan matahari
Tak berkelip lagi bintang di langit, apakah pertanda buruk ?
Ilusi logika begitu cepat membunuh bayang-bayangmu
Lelah, lemah seperti es yang mencair perlahan . . .
http://www.one-leggedsandpiper.com

Memory of you makes my life really meaningful
Year by year, i wrote my notes in the end of the dock . . .

Lines of the twilight represent your love
After this, will we meet again ?
Sun says that, we will meet if we trust in our love
Tonality of the melody turns into dreams that makes us strong . . .

Before the sunset in the western horizon
Roaring your name to the ocean, hopefully he delivered my sound to you
Entering, hearing where are you while i'm closing my eyes and feel it
Articulation of waves, put me into memories that we have been through
Time has stopped just to waiting you come back here dear
Hopefully, everything ends with love and happiness . . .

Selasa, 05 Februari 2013

Sepanjang Kisah


Sepanjang kisah cinta tidak seperti apa yang terbayangkan
Lika liku hidup mengganggu untuk bimbang
Bimbang untuk memilih,
Memilih apa yang harus diperbuat ?
Memilih bagaimana harus bertahan ?
Memilih dimana harus memulainya dan mengakhirinya ?
Memilih kapan akan bahagia ?
Memilih siapa yang akan menjadi cinta ?

Hilir mudik cinta datang dan pergi itu sudah biasa
Namun beda bila yang menjadi pasangan hanyalah seorang
Dan seorang itu adalah bunga hingga nafas terakhir
Layu bersama dan merunduk diatas tanah

Ini bukan tentang apa yang harus diterima
Tapi ini tentang apa yang harus diberikan
Cinta, saling memahami, merasa kasih dan sayang
Seperti magnet antara dua kutubnya

Tidak perlu membara seperti api pada awalnya
Cukuplah dengan air yang mengalir begitu saja
Angin akan membantumu bergerak kemana engkau pergi
Di atas tanah tempat engkau berpijak

Bertepuk Sebelah Tangan


September penuh kisah, romansa cinta
Ketika engkau hadir disisiku, ada kehangatan yang kurasa
Ketika engkau sapa aku, tenang begitu menyentuh
Ketika engkau dengan tangan lembutmu membalut aku, nyaman sekali . . .

Ingin rasanya bertemu kembali, namun mustahil !
Semua sudah tak ada gunanya, semua kata-katamu hanya retorika,
Pemberianmu hanya sebuah klise semata nyatanya
Gelas pecah berdecak serpihan kaca melukai aku . . .

Di ujung pandangku, apa itu memang engkau ?
Pupuslah sudah hadiah terindah yang ingin kuberi
Melihat aku dirimu bersamanya, siapa dia ? hati ku bertanya,
Mungkin baik bila ku pergi menjauh dan menghilang
Dari pikirianmu, dari kehidupanmu, dari dunia ini . . .

Terima kasih sudah hadir dalam hari-hariku
Atas semua kebaikan yang engkau berikan
Rasa ini akan terus terjaga hingga engkau sadar
Sadar bahwa sebenarnya aku mencintaimu . . .

Senin, 04 Februari 2013

Hingga Akhir


Jatuh, perlahan satu demi satu daun gugur
Duduk disana aku menunggu mu
Dengan segenggam harapan akan bertemu
Dan sebuah buku tentang dirmu

Begitu dingin hingga menusuk kedalam rusuk
Hela nafas terasa melambat tak kuasa
Pandangan kosong lurus jauh kedepan
Mencari suaramu dimana, apakah di ujung jalan ?

"Aku menunggumu disini, apa kau mendengarku ?"
Hati terus berbicara, berharap semoga dia mendengar
Menyimak angin terbangkan daun-daun yang gugur
Sesekali aku mendekat dan hilang begitu saja

10 Tahun sudah hingga daun oranye terakhir jatuh
Jatuh dalam pangkuanku, tepat di pikiranku
Entahlah sampai kapan aku harus disini
Duduk bersama memori dalam cerita cinta

Tanpa akhir, hingga usia telah hilang

Karunia Hari Ini


Dimulai dengan senyuman hari ini
Seluruh semangat telah berkumpul
Dengan yakin melangkahkan kaki kemanapun ia menginginkannya
Dan selalu menyertakanNya dalam setiap nafas

Karunia masih bisa melihat dunia
Bersyukur atas semua yang telah kita dapat
Jangan pernah ragu untuk memilih jalan
Dia pasti memberikan petunjuknNya bila kita yakin

Lihat mereka yang berharap padamu kawan
Dibelakang sana, di balik tembok
Mereka bersimpuh padaNya memohon
Untukmu agar engkau kembali dengan selamat

Tidak ada kata putus asa dan menyerah
Air saja bisa terus mengalir selama masih ada celah
Lihat lah kenan dan kekiri jangan melulu ke depan
Melihat kebawah dan keatas sebagai penggerak kita

Bagus sekali kawan, kini dirimu sudah siap !!

Kamis, 31 Januari 2013

Let me in your heart


Senada cinta begitu kuat ketika sorot mata menghujam jantung dalam kesunyian
Alunan bibir seperti nada dalam cinta . . . Begitu indah, begitu nyaman, begitu bahagia
Lekuk senyum manis tak dibuat dengan paksa
Aku mengerti itu, dan aku merasakannya di dalam sini, di dalam hatiku
Ku simpan semua itu dalam, dan cukup aku dan Dia yang tahu

Semua berawal dari petikan gitar di awal musim semi . . .
Aku dan kamu, serpihan cermin yang baru saja ditemukan . . .
Ritmenya begitu terasa bergerak, mengalir dalam nadi  . . .
Nyanyian alam mengalun bersama suara tinggi di atas awan . . .
Melodi mengetuk cepat seiring petikan jemari ku . . .




" Let me in your heart "
Itulah pernyataan hati, namun logika pun segera memusnahkannya
" You're beatiful "
Hanya kata-kata klise disudut pikiran katanya

Semoga saja kau mengerti . . .
Tolong dengarkan dengan hatimu . . .
Akankah terjadi seperti siang dengan malam ?
Mustahil untuk bersama . . .

Sekali lagi dalam embun aku menemukan mu
Dalam nafasku, dalam tiap melodi yang ku petik
Ya, ada dirimu disana . . .

Cahaya langit silau mengetukkan mimpi
Membuka pintu hati itu yang aku harapkan
Izinkan rasa cintaku menemanimu





Angin Cintamu


Angin . . .
Hembuskan sejuk akan kasih
Desiskan suara cinta tanpa gaduh

Wahai angin
Sampaikan rasa sayangku padanya
Entah berada dimana sekarang ia
Tapi yang pasti
Ku kan menunggu bersama angin
Di ujung dermaga dalam sepi

saling mengadu saling menderu
berangin hatiku tanpa kepastian
Hanya sisa angin dari engkau
Yang dapat menenangkan aku

Angin . . Angin . . Angin . .


Song from a Secret Garden