Analogi cinta bisa menjelaskan kamu yang ada di bilik hati
Debur ombak memanggil aku mendekat menyeru perlahan dengan lembut
Angkasa membiru hati yang begitu tenang dan damai dalam sorot matamu
Kalimat cinta bukanlah hal yang mudah, seperti menarik duri dalam luka
Awan bergerak menyusur membujur mencari dimana kamu untukku
Hikmah dari sebuah kegelisahan, kegelisahan tentang kamu yang ada dalam pikiranku. . .
A light shine without glare, and in the end, i can't find the answer
Kiss from my deep heart, hopefully can makes you understand what i feel
Unconsciousness have a pleasure to say the love . . .
Do'a di ujung air mata keheningan malam adalah yang terbaik
Ini mungkin tak seberapa, tulus berusaha aku layaknya mawar yang merekah seakan merona. . .
Hatimu, hatiku . . . Entah bagaimana memadunya, di ujung dunia mungkin ada jawabannya
Antara penantian dan harapanku tentang mu, seperti ufuk timur dan ufuk barat yang mustahil
Tak kuasa bila engkau menitih, tersedu, lemah dan sayu, aku ada bersamamu, di samping mu
Ikhlas jalani perasaan yang selalu menarik dan mengulur aku
Memori ketika matamu tepat menyentuh aku, dan sebuah perjalanan dalam rindu
Untuk semua perasaan yang terabaikan, aku harap masih ada bilik kosong di hati mu . . .
Fajar merekah di ufuk timur . . . memainkan nada dalam syair untuk harapan cinta
Reinkarnasi setitik noda yang telah mati menjadi semangat baru dalam kamu
Andaikan bulan bisa menyentuh peraduannya, mungkin dia sangat bahagia
Untukmu yang terkasih yang takkan terganti lagi
Luhur harapanku semoga saja ucapan ikatan sakral bisa memadu
Emosi jiwa terus bergejolak mencoba meneriaki aku yang lemah menunggu
Irama memelan dengan tenang bercerita aku cinta padamu
Namamu sudah terukir, dalam memori, dalam semangat, dalam harapan dan hatiku
?
" Ketika berbicara tentang cinta, sebaris kalimat memang tidak cukup untuk menggambarkan semuanya. Merangkai kata demi kata, kalimat demi kalimat hingga menjadi sebuah puisi yang indah, mulai dari sana cerita itu dimulai. "
Jumat, 29 Maret 2013
Rabu, 27 Maret 2013
You
Ketahuilah, merindu di balik dera asmara memang aku . . . balutan wol yang hangat mendekap erat
Untukmu wahai peri kecil di lubuk hati . . . sebagai penerang di kegelapan jiwa, penghangat dinginnya hati . .
Masih saja ku berkhayal, seperti sepasang kupu-kupu di tengah taman pada musim semi di bulan April. . .
Ejaan mu membasahi bibir di setiap retakannya hingga ku tak kuasa 'tuk bicara. . .
Niat tulus mungkin harus di awal, sudah ku catat dengan tinta merah muda di dalam sini. . .
Celah hatimu semoga saja masih terbuka yang perlahan akan ku penuhi semua dengan cita-cita. . .
Indahmu mungkin bukan apa-apa, tapi yang kurasa adalah seperti berada dalam sangkar yang hangat . .
Naik ke atas menuju lintasan Tuhan dan aku berdo'a dikeheningan malam . . .
Tak bergeming mulut ku untuk berucap tentangmu, air mata yang jatuh menghujam kedua tangan ku . . .
Andaikan suara hati bisa mengatakannya, mudah saja bagiku . . . bunga lili di musim semi yang mekar. . .
Ini adalah kamu, permata tak sepadan dengan engkau wanita dengan hijab terurai menutup tubuh . . .
Malaikat mungkin mendengarnya, ku tak berharap banyak seperti seonggok kain usang di sudut jendela. . .
Untuk sebuah panji yang di nanti, hingga saatnya tiba hingga cahaya matahari perlahan menghilang . . .
Listen, i can't sleep because
As you know, your voice, your image, your touch never want to leave me
I don't know why that's happened
Maybe, until the ocean was dry and the polar was melt
I just know the reason why it will
And for the last word, I'm here and i'm waiting you. . .
Untukmu wahai peri kecil di lubuk hati . . . sebagai penerang di kegelapan jiwa, penghangat dinginnya hati . .
Masih saja ku berkhayal, seperti sepasang kupu-kupu di tengah taman pada musim semi di bulan April. . .
Ejaan mu membasahi bibir di setiap retakannya hingga ku tak kuasa 'tuk bicara. . .
Niat tulus mungkin harus di awal, sudah ku catat dengan tinta merah muda di dalam sini. . .
Celah hatimu semoga saja masih terbuka yang perlahan akan ku penuhi semua dengan cita-cita. . .
Indahmu mungkin bukan apa-apa, tapi yang kurasa adalah seperti berada dalam sangkar yang hangat . .
Naik ke atas menuju lintasan Tuhan dan aku berdo'a dikeheningan malam . . .
Tak bergeming mulut ku untuk berucap tentangmu, air mata yang jatuh menghujam kedua tangan ku . . .
Andaikan suara hati bisa mengatakannya, mudah saja bagiku . . . bunga lili di musim semi yang mekar. . .
Ini adalah kamu, permata tak sepadan dengan engkau wanita dengan hijab terurai menutup tubuh . . .
Malaikat mungkin mendengarnya, ku tak berharap banyak seperti seonggok kain usang di sudut jendela. . .
Untuk sebuah panji yang di nanti, hingga saatnya tiba hingga cahaya matahari perlahan menghilang . . .
![]() |
http://hdw.eweb4.com |
Listen, i can't sleep because
As you know, your voice, your image, your touch never want to leave me
I don't know why that's happened
Maybe, until the ocean was dry and the polar was melt
I just know the reason why it will
And for the last word, I'm here and i'm waiting you. . .
Senin, 25 Maret 2013
Her Name
Firasat hati bersuar bersama rasa ingin tahu tentang mu . . .
Replika cinta tak kan bisa mengganti nuansa mu di dalam sini . . .
Akankah ini semua akan terwujud, seperti kelambu yang menghangat . . .
Untaian kata terus mendera aku yang terdiam karena mu . . .
Lalu lalang manusia tak mengindahkan perhatianku padamu . . .
Entah sampai kapan harus terus begini ?
Inikah mungkin yang namanya perjuangan untuk mencinta ?
Niat tulus sudah ku barakan, semoga cahaya langit mendengar . . .
For the second chance i opened my heart . . .
Elongate the gate of my heart to put you in it. . .
Loving because The Almighty has planned us . . .
In deep your eyes i feel the different circumstance . . .
Clock stops when you leave me alone . . .
In the name of God, i want to be here with you . . .
After this word, i just wanna say " I love you "
Replika cinta tak kan bisa mengganti nuansa mu di dalam sini . . .
Akankah ini semua akan terwujud, seperti kelambu yang menghangat . . .
Untaian kata terus mendera aku yang terdiam karena mu . . .
Lalu lalang manusia tak mengindahkan perhatianku padamu . . .
Entah sampai kapan harus terus begini ?
Inikah mungkin yang namanya perjuangan untuk mencinta ?
Niat tulus sudah ku barakan, semoga cahaya langit mendengar . . .
![]() |
http://hdwpapers.com |
For the second chance i opened my heart . . .
Elongate the gate of my heart to put you in it. . .
Loving because The Almighty has planned us . . .
In deep your eyes i feel the different circumstance . . .
Clock stops when you leave me alone . . .
In the name of God, i want to be here with you . . .
After this word, i just wanna say " I love you "
Senin, 18 Maret 2013
Last Romance
Sayup terdengar gerak dedaunan
Hempaskan satu demi satu jatuh berguguran
Melodrama terus bercerita dibalik tabir nan senja
Aku, di ujung penantian ku . . .
Perlahan habis terbagi menjadi duri dalam hati . . . sakit, perih mengaduh
Layaknya ranting pohon tercabang, cinta memang terpaksa memilih
Dan akhirnya, semua telah jelas. . . telah terbuka tabir kini
Tak ada artinya penantian bulan menunggu sang matahari . . .
Waktu saja tertawa melihat kesia-siaan ku
Terjatuh dari langit ketujuh hati ku remuk rasanya
Mungkin, memang ini adalah takdir Tuhan untukku
Mengajarkanku tentang kesetiaan dan kesabaran. . .
Love is not about what do you say
But, the deepest thing is what do you do
No matter how much you've given
Because, the true love never want who beloved hurts
Hempaskan satu demi satu jatuh berguguran
Melodrama terus bercerita dibalik tabir nan senja
Aku, di ujung penantian ku . . .
Perlahan habis terbagi menjadi duri dalam hati . . . sakit, perih mengaduh
Layaknya ranting pohon tercabang, cinta memang terpaksa memilih
Dan akhirnya, semua telah jelas. . . telah terbuka tabir kini
Tak ada artinya penantian bulan menunggu sang matahari . . .
Waktu saja tertawa melihat kesia-siaan ku
Terjatuh dari langit ketujuh hati ku remuk rasanya
Mungkin, memang ini adalah takdir Tuhan untukku
Mengajarkanku tentang kesetiaan dan kesabaran. . .
Love is not about what do you say
But, the deepest thing is what do you do
No matter how much you've given
Because, the true love never want who beloved hurts
Rabu, 06 Februari 2013
In The End Of The Dock
Ingatanku kembali ke masa itu, kau yang hadir layaknya matahari di sore senja . . .
Lilin-lilin kecil di atas perahu kertas membawa semua rasa di balik kenangan
Oh kamu yang duduk disana, mendekatlah kemari, ku sedang melihat malaikat
Vertikal garis menyentuh awan, rasa cintaku padamu
Engkau yang hanya ada dalam diriku, jantung hatiku . . .
Yang terbaik dan akan selamanya bersama
Oh tuhan, tetap satukanlah kami dalam satu asa tentang cinta
Ufuk timur tempat dimana semangat cinta itu muncul . . .
Mellow lagu tersibak dari bilik hati paling dalam
Yang terindah dan terkahir . . .
Dermaga, kapal-kapal saling bersahutan
Entah kapan kau 'kan datang kembali ke peraduanmu
Atau hanya selembar kertas kosong tanpa makna
Risau menusuk dada, khawatir mencekamkan aku . . .
Untaian kata demi kata ku tumpahkan
Namun tetap saja tak cukup, bulan yang merindukan matahari
Tak berkelip lagi bintang di langit, apakah pertanda buruk ?
Ilusi logika begitu cepat membunuh bayang-bayangmu
Lelah, lemah seperti es yang mencair perlahan . . .
![]() |
http://www.one-leggedsandpiper.com |
Memory of you makes my life really meaningful
Year by year, i wrote my notes in the end of the dock . . .
Lines of the twilight represent your love
After this, will we meet again ?
Sun says that, we will meet if we trust in our love
Tonality of the melody turns into dreams that makes us strong . . .
Before the sunset in the western horizon
Roaring your name to the ocean, hopefully he delivered my sound to you
Entering, hearing where are you while i'm closing my eyes and feel it
Articulation of waves, put me into memories that we have been through
Time has stopped just to waiting you come back here dear
Hopefully, everything ends with love and happiness . . .
Selasa, 05 Februari 2013
Sepanjang Kisah
Sepanjang kisah cinta tidak seperti apa yang terbayangkan
Lika liku hidup mengganggu untuk bimbang
Bimbang untuk memilih,
Memilih apa yang harus diperbuat ?
Memilih bagaimana harus bertahan ?
Memilih dimana harus memulainya dan mengakhirinya ?
Memilih kapan akan bahagia ?
Memilih siapa yang akan menjadi cinta ?
Hilir mudik cinta datang dan pergi itu sudah biasa
Namun beda bila yang menjadi pasangan hanyalah seorang
Dan seorang itu adalah bunga hingga nafas terakhir
Layu bersama dan merunduk diatas tanah
Ini bukan tentang apa yang harus diterima
Tapi ini tentang apa yang harus diberikan
Cinta, saling memahami, merasa kasih dan sayang
Seperti magnet antara dua kutubnya
Tidak perlu membara seperti api pada awalnya
Cukuplah dengan air yang mengalir begitu saja
Angin akan membantumu bergerak kemana engkau pergi
Di atas tanah tempat engkau berpijak
Bertepuk Sebelah Tangan
September penuh kisah, romansa cinta
Ketika engkau hadir disisiku, ada kehangatan yang kurasa
Ketika engkau sapa aku, tenang begitu menyentuh
Ketika engkau dengan tangan lembutmu membalut aku, nyaman sekali . . .

Semua sudah tak ada gunanya, semua kata-katamu hanya retorika,
Pemberianmu hanya sebuah klise semata nyatanya
Gelas pecah berdecak serpihan kaca melukai aku . . .
Di ujung pandangku, apa itu memang engkau ?
Pupuslah sudah hadiah terindah yang ingin kuberi
Melihat aku dirimu bersamanya, siapa dia ? hati ku bertanya,
Mungkin baik bila ku pergi menjauh dan menghilang
Dari pikirianmu, dari kehidupanmu, dari dunia ini . . .
Terima kasih sudah hadir dalam hari-hariku
Atas semua kebaikan yang engkau berikan
Rasa ini akan terus terjaga hingga engkau sadar
Sadar bahwa sebenarnya aku mencintaimu . . .
Langganan:
Postingan (Atom)