Lembaran

Selasa, 03 November 2015

Menerima Bahagia

Setapak demi setapak
Sedepa demi sedepa
Kaki kaki kecil lincah
Menari di bawah hujan

Tak peduli pada kuyupnya baju
Basahnya rambut
Seakan mereka lupa untuk sedih
Tersenyum, tertawa bersama hujan

Payung peneduh
Demi receh penebus lapar
Demi mereka yang menunggu
Untuk nasi hangat dirumah

Ada dua kaki kecil lagi
Memang mereka tiga bersuadara
Terlahir kedunia
Tanpa kenal siapa ayah siapa ibu

Ada setitik cahaya dari kejauhan
Perlahan membesar benderang
Dengan dua kantung plastik di gantung
Kembali cinta kaka pada adiknya

Bukan mempertanyakan mengapa aku disini?
Bukan menjawab aku tak berharap dilahirkan
Tapi katakanlah, aku menerima hidupku
Aku menerima kebahagiaan yang ada dalam diriku

Senin, 02 November 2015

Berpisah Untuk Kembali

Kita tahu ada matahari terbit dan tenggelam
Dimana di tiap awal perjalanan selalu ada akhirnya
Bibit tumbuh, mendewasa, tua, kering dan mati
Akan selalu ada perpisahan untuk sebuah pertemuan

Di akhir sebuah perjalan ada awal pertemuan
Adalah anomali pada kehidupanku
Tak bisa memberi lebih maaf sekali
Cukup tak sampai menuai bibit rindu

Terlalu lelah aku
Bagaimana memilih dia?
Sedang Dia terlupa !
Akan berurai airmata selalu
Manusia bersandar manusia

Bagaimana ku yakin dia adalah takdirku?
Sehinggalah ku rela ber'azam hanya dia pilihanku?
Bagaimanalah cinta semurah ucapan saja?
Sedang ia menungguku dalam rahim sembilan bulan?

Gejolak hati antara hitam dan putih
Pergi, pergi, pergi
Bertahanlah, bertahanlah, bertahanlah
Ku tersesat dalam perjalanan batin

Sampai pada akhirnya,

Ku harap cinta melupakanku
Pergi jauh menjauh dan hilang

Hingga sampai pada serberkah cahaya
adalah cinta sesungguhnya yang terlupa

Semakin menerangi qalbu
Terus bercahaya dan hangat
Ini adalah sandaran sebenarnya
Sandaran pada Pencipta
Dan aku kembali


Rabu, 08 April 2015

Surau

Rindu saling berpaut saat adzan-adzan berkumandang diatas surau yang menengadah pada langitnya
Ingatanku tentang cinta yang lalu dengan air mata
Sekejap saja ku tenggelam dalam buaian rindu
Ketika sujud bersamamu pada malam-malam syahdu
Atau ketika pelukanmu mampu melembutkan hatiku yang membatu

Nama yang tak henti kuucap pada Rabbku
Untaian do'a takkan pernah terlalu panjang untukmu
Risauku hanyalah engkau yang sudah pergi bersama amalanmu

Do'a yang selalu kuderakan untukmu selalu saja datang bersama air mata
Engkau Rabbku, kumemohon dengan semua kerinduan, jagalah Ia dari apiMu
Resapilah hati kami dengan iman yang suci
Angkatlah derajat kami bersama orang tua kami ke tempat tertinggi surgaMu

Pada iqomah yang berkumandang
Rindu untukMu adalah hakikatnya
Antara cintaku padamu dan cintaku padaNya
Takkan pernah terpisah keduanya
Ikatan suci untukmu dan untukNya
Waktu membawa ku pada takbir
InsyaAllah, kita akan bertemu kembali dalam SurgaNya

commons.wikimedia.org

Kamis, 02 Oktober 2014

Kenangan

Waktu yang berlalu takkan meminta izin untuk pergi
Sama dengan gambar gambar dalam pikiran
Tak pernah meniatkan adanya dan hilangnya
Semua yang ada hadir, terasa dan hilang

Hadir kemudian hilang
Pikiran tak pernah memiliki kesempatan untuk merasa
Logika yang tak pernah mengerti cinta
Adalah sebab mengapa kemudian cinta yang hilang

Sesuatu yang terasa sulit bahkan mustahil untuk hilang
Karena hati kumpulan buih rasa yg biru
Merasai cinta takkan pernah habis hingga matimu
Takkan ada batas untuk cinta yang sejati
viona.heck.in
posted from Bloggeroid

Jumat, 22 Agustus 2014

Rapuh

Pada cinta yang agung kupersembahkan setia
Demi cinta pada ikatan yang abadi
Seluruh aku telah menjadi cinta tanpa karena
Jagad raya adalah saksi atas sumpahku

Ku berusaha tak menguapkan cinta yang mengalir
Dalam darah dalam nadi dalam jantung dan hatiku
Sekian hari ku telah menjadi dermaga yang menunggu datangnya kapal
Diam tak tahu apa-apa

Ada sebuah roman di tepian pantai
Saat yang menunggu ternyata dilupakan
Seperti buku buku tua yang berdebu
Mungkin tak menarik lagi dibaca

Hilang ! Aku ingin hilang ! Bersama angin dingin sepi.
Bak gelas yang jatuh, pecah dan berserakan
Apa kemudian bisa menyatukannya kembali ?
Mustahil ! Walau bisa tetap saja rapuh

Biarkan cinta yang menuntun pada yang sesungguhnya
Biarkan diriku yang fana, bodoh dan lemah
Biarkan Maha Cinta yang labuhkan perjalanan hidupku
Pada jalan yang Dia pilihkan pada manusia usang sepertiku

http://4hdwallpapers.com

Terakhir Subi (Surat Bag. 3)

Assalamu'alaikum

Salam rindu. Bagaimana kabarmu? Semoga sehat wal'afiat ya. Ku dengar katanya kamu akan pulang dalam waktu dekat ini?Hmm.. aku bahagia akhirnya bisa bertemu dengamu kembali. Namun pada sisi lain ada sedikit sedih yang kurasa bahwa kau pasti merasa sedih juga karena karena meninggalkan subi, banyak kenangan disana. Aku ingin katakan bahwa kenangan akan selalu ada dan untuk mengingatnya tulislah. Hati-hati dalam perjalanan pulangmu. Aku tunggu kamu disini.

Dekapan Subi disaat senja sore
Seakan engkau tak mau kembali
Dalam memori yang indah saat ombak berderu
Datanglah mendekat dan lihat senja disana

Cahaya oranye membulat
Pada ujung pandang di pelupuk mata
Air yang terus pasang perlahan
Ditarik bulan

Aku mengerti hati tak kuasa tinggalkan
Banyak kenangan banyak rasa
Ketika jejak pertama yang kau tanam pada pasir subi
Hingga sekarang jejak terakhir pada pasir subi

Engkau adalah permata
Cukup melihatmu orang akan bahagia
Yang nilainya begitu mahal
Bersama denganmu aku merasa bahagia

Bukan karena mahalmu
Tapi karena rasa ini hadir tiba-tiba
Dan memupuknya perlahan
Dengan kenangan kenangan

Semoga kenangan di Subi tetapi ada
Dalam sanubarimu kasih
Dan semoga bisa menjadi bahan bakar untukmu
Dalam setiap langkah untuk mimpi-mimpimu

Demikian surat ini ku buat dengan keterbatasanku
Mohon maaf bila aku belum bisa memahamimu dengan benar
Semoga engkau selamat dalam perjalanan

Wassalamu'alaikum
http://www.freewhd.com

Jumat, 15 Agustus 2014

Salam Rindu (Surat Bag. 2)

Assalamu'alaikum

Dariku untukmu sudah satu purnama terlewat, genap sudah tiga puluh hari dalam hitunganku. Semoga Dia masih tetap mencurahkan rahmatNya padamu, pada kita. Tentang kabar mengenai sakitmu, aku khawatir disini, apa dayaku. Fisikku tak bisa hadir disana, ma,um aku bisa kirimkan Ummul Qur'an untukmu selalu agar engkau baik.

Aku rasa, semakin saja pikiranku tercatut padamu. Pada cerita di perjalanan-perjalanan itu. Ketika air terjun bergemuruh deras, ketika dinginnya gunung dengan hijaunya, ketika pantai memadu ombaknya, meniup anginnya, ketika telaga penuh kabut hingga hujan basah menyisakan kenangan.

Aku memiliki beberapa sajak untukmu, simaklah.

Dibalik rindu aku bersembunyi
Sesekali aku mengintip engkau disana
Air mata sejenak bisa menjadi pengobat rindu
Bersama doa doa yang kutitipkan padaNya

Saat buih buih ombak menyatu pada rasaku
Aku harap ia menyampaikannya padamu
Pada ombak di Subi sana
Agar engkau tahu aku merindu

Seperti burung burung yang menunggu fajar
Aku menunggumu disini berharap akan kembali
Seperti kupu-kupu yang terbang berpasangan
Kembali banyak bertukar dala pikir dalam rasa

Mungkin tulisanku masih kurang baik, maafkanlah.
Terima kasih kau mau membacanya.

Wassalamu'alaikum
http://kaskus-goblog.blogspot.com

Song from a Secret Garden